Mengenal Lebih Dekat Tata Cara Upacara Pramuka Siaga

Mengenal Lebih Dekat Tata Cara Upacara Pramuka Siaga

Contoh upacara pramuka siaga
Tahukah Pak Cik dan Bu Cik (sebutan pembina siaga) bagaimana bentuk barisan dan tatacara upacara di tingkat Siaga?

Berbeda dengan Penggalang ataupun T/D, Pramuka siaga merupakan tingkatan paling awal dalam Gerakan Pramuka, dikatakan paling awal karena tergolongkan dalam rentang usia anak-anak SD yaitu antara 7 - 10 tahun.

Selain penggolongan usia, masing-masing tingkatan juga memiliki tata cara dan bentuk barisan sendiri. Baik upacara pembukaan latihan maupun yang lainnya. Misalnya upacara Penggalang berbentuk Angkare dan Penegak/Pandega bersaff. Berikut ini adalah bentuk dan tata cara upacara tingkat pramuka siaga.

Bentuk Barisan

Sesuai dengan perkembangan kejiwaan pramuka siaga yang bisa dikatakan masih memusatkan pandangan kepada keluarga, maka dalam upacara menggunakan bentuk lingkaran.

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor No. 178 Tahun 1979 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Upacara dalam Gerakan Pramuka.

Baca juga : 

Dimana Ayahanda/ Bunda (Pembina Upacara) berada di tengah, Pak Cik/Bu Cik mendampingi peserta di sisi kanan, Pemimpin dan wakil pemimpin barung berada paling kanan dan kiri anggota. Apabila tidak muat bisa membentuk lebih dari satu lingkaran. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini

bentuk upacara pramuka siaga


Tata Cara Upacara Pramuka Siaga

Secara teknik pelaksanaan upacara siaga tidak jauh berbeda dengan tingkat penggalang. Agar kakak bisa lebih memahami caranya, saya akan menjabarkannya berdasarkan jenis dan tujuan upacara.

Agar upacara berjalan lancar alangkah baiknya agar menyiapkan perlengkapan terlebih dahulu meliputi, standart bendera (tempat bendera), bendera merah putih, tongkat, naskah Pancasila, naskah Dwi Dharma.
Contoh standar bendera (tempat bendera)
Contoh standar bendera (tempat bendera)

Upacara Pembukaan Latihan Rutin

  • Pemimpin Upacara memanggil anggota Perindukan Siaga, lalu membuat lingkaran besar mengelilingi standar Bendera. Cara pemanggilannya Pemimpin Upacara berteriak “ Siagaaaaa... “ kemudian anggota menjawab “ Siapppp....” 
  • Pemimpin Upacara menjemput Pembina Upacara ( Ayahanda / Bunda ) 
  • Pembina Upacara memasuki lingkaran upacara melalui pintu, kemudian pemimpin upacara berhadapan dengan Pembina Upacara dengan Standar Bendera diantara keduanya
  • Pembantu Pembina ( Pak Cik / Bu Cik ) berada diantara Barung (kelompok siaga)
  • Pemimpin Upacara mengambil bendera Merah Putih. Ketika sampai di garis lingkaran tanpa aba-aba seluruh peserta upacara memberi hormat kepada sang Merah Putih. Kemudian Pemimpin Upacara meletakkan bendera Merah Putih di standar bendera. Pemimpin Upacara memberi hormat kepada sang merah putih, kemudian menurunkan tangan diikuti seluruh peserta upacara 
  • Pembina Upacara membaca Pancasila diikuti oleh seluruh peserta upacara 
  • Pemimpin Upacara membaca Dwi Darma ditirukan seluruh peserta upacara 
  • Pemimpin Upacara kembali ke Barungnya 
  • Pengumuman/amanat dari Pembina Upacara 
  • Pengucapan Doa oleh Pembina Upacara 
  • Upacara pembukaan latihan selesai, dilanjutkan dengan latihan

Upacara Penutupan Latihan Rutin

  • Pemimpin upacara memanggil anggota perindukan Siaga membentuk lingkaran (sama seperti upacara pembukaan)
  • Pemimpin upacara menjemput Pembina 
  • Pemimpin upacara mengambil bendera merah putih, sebelumnya memberi hormat terlebih dahulu. Begitu Pemimpin upacara mengambil bendera dari standar seluruh peserta memberi hormat kepada Sang Merah Putih hingga bendera sampai di pintu lingkaran, kemudian tanpa aba – aba penghormatan selesai
  • Pembina upacara memberi pesan – pesan / amanat 
  • Upacara ditutup oleh Pembina upacara dengan pengucapan doa 

Upacara Pelantikan

  • Upacara pembukaan latihan dilaksanakan seperti biasa, setelah pembacaan Pancasila oleh Pembina dan pembacaan Dwi Darma oleh Pemimpin upacara, Pembina Upacara mengumumkan bahwa ada seorang Siaga yang akan dilantik.
  • Pemimpin Barung mengantar anggotanya yang akan dilantik 
  • Pembantu Pembina maju ke tengah lingkaran membawa atribut pelantikan 
  • Pembina Upacara mengadakan tanya jawab mengenai ujian SKU kepada Siaga yang akan dilantik 
  • Pembina Upacara menyuruh Siaga yang akan dilantik untuk berdoa 
  • Pembina Upacara berjabat tangan dengan Siaga yang akan dilantik dengan memegang ujung Merah Putih.
  • Pembina Upacara menuntun Siaga mengucap Dwi Satya. Anggota Perindukan memberi hormat ketika pengucapan janji. 
  • Pemasangan atribut pelantikan oleh pembina upacara
  • Penghormatan kepada anggota Siaga yang baru dilantik dipimpin oleh Pemimpin Upacara 
  • Pengucapan doa oleh Pembina Upacara 
  • Upacara Pelantikan selesai

Nah bagaimana kak, sekarang sudah tahukan? semoga artikel ini bermanfaat dan bisa digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan upacara di tingkat pramuka siaga. Salam Pramuka!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel